Menjembatani potensi hulu 52.000 ton ikan budidaya menuju pasar global melalui ekosistem Zero Waste bernilai tambah tinggi.
Rp 26,90 M
Total kebutuhan dana
Rp 17,85 M
Net Present Value
24,83%
Internal Rate of Return
3,97 Tahun
Skenario Optimis
Saat ini, potensi perikanan Kabupaten Banjar didominasi penjualan ikan segar dengan margin rendah. Proyek ini hadir sebagai solusi Unit Pengolahan Ikan (UPI) berkapasitas 5 ton/hari.
Konsep Zero Waste memastikan setiap bagian ikan menghasilkan uang. Daging diolah menjadi Fillet Premium untuk ekspor, sementara tulang, kulit, dan kepala diubah menjadi produk turunan bernilai ekonomi.
5 Ton / Hari (Nila & Patin)
Filleting, Skinning, Processing
~1.805 kg/hari
Produk Utama
~3.195 kg/hari
Zero Waste
Landasan perhitungan studi kelayakan bisnis (Pre-Feasibility Study).
Target Tinggi
Asumsi Harga (Tahun 1)
Alokasi Penjualan
Target Stabil
Asumsi Harga (Tahun 1)
Alokasi Penjualan
Batas Minimum
Asumsi Harga (Tahun 1)
Alokasi Penjualan
Proyeksi didasarkan pada asumsi konservatif dengan masa penilaian 10 tahun. Pilih skenario di bawah untuk melihat dampaknya terhadap arus kas dan kelayakan.
*Dalam Miliar Rupiah
Dampak kenaikan biaya operasional terhadap NPV pada Skenario Optimis.
Strategi pemasaran menggunakan pendekatan Hybrid Market untuk memitigasi risiko. Pasar domestik menyerap volume terbesar (75%), sementara pasar ekspor memberikan margin keuntungan tinggi (25%).
Ekspor (25%): Amerika Serikat
Keunggulan harga kompetitif vs Tiongkok (Tarif Impor AS tinggi untuk Tiongkok). Fokus pada Fillet Nila Premium.
Domestik (75%): Banjarbakula & Jawa
Segmen Horeka (Hotel, Restoran, Katering) di Banjarmasin, Banjarbaru, Jakarta, dan Surabaya.
Kawasan Minapolitan & Sentra Budidaya